Sweater Hijau si Pungguk

sayang,

Pertama kukenal kamu, kamu begitu sempurna, meski tak pernah kukatakan itu. Kamu mendengar seluruh keluh kesahku. Kamu selalu ada ketika aku butuh. Aku jatuh cinta. 

Sekarang kulihat kamu, kamu disampingku, kamu tidak sempurna, meski tak pernah juga kukatakan itu. Tapi aku makin cinta.

Kamu bilang aku egois. Iya sayangku, aku egois. Kadang aku mementingkan diriku sendiri. Bahkan kadang diwaktu aku mementingkanmu, aku malah terlihat mementingkan diriku sendiri. Mungkin aku bodoh. Mungkin aku tidak tahu caranya. Aku egois. Aku jatuh cinta padamu hanya karena kamu selalu ada buatku. Aku tidak memikirkan perasaanmu. Mungkin aku tidak ada saat kamu butuh. Mungkin itu yang membuatmu pergi dulu. Aku tak bisa mengulang waktu, yang ada hanya sesal dihatiku.

Mudah memang mengingatmu, memimpikanmu. Setiap hari bisa kulakukan itu. Tapi mengenangmu, merindukanmu, itu adalah siksaan paling berat dalam hidupku. Mungkin aku pantas menerimanya sayang. Kadang aku rindu lautan tempat dulu aku berlayar. Kadang aku rindu gunung tempatku bernaung. Tapi tak serindu berdua bersamamu, sayangku.

Kamu yang paling tahu, aku tidak bisa jauh dari orang yang paling kucinta. Kamu.

Tuhan memang adil. Tuhan ciptakan kamu yang lebih sempurna dan aku yang lebih bodoh. Aku yang selalu percaya takhayul. Aku yang selalu percaya barang-barang pembawa sial. Tak pernah lagi kugunakan jam tangan hitam besar itu, karena setiap kupakai kita selalu bertengkar. Jam itu bagai pembawa sial untukku.

Begitu juga dengan sweater hijau? Ya, sweater hijau pemberianmu sayang. hari ini aku bilang padamu, “setiap kupakai sweater ini, kita selalu bertengkar hebat, jadi malam ini jangan sampai kita bertengkar ya”. Kamu tertawa, aku tertegun. Kamu kira bercanda, aku serius.

Aku memang bodoh, sayangku. Aku manusia. Aku punya salahku sendiri. Aku tidak sempurna. Sama sepertimu. Tapi aku cinta ke-tidak-sempurnaanmu. Kadang aku tidak nyaman dengan itu. Tetapi aku selalu berusaha menjadikanmu tempat ternyamanku. Kenapa? Karena aku cinta kamu. Cinta membuat aku berjuang supaya bisa bertahan denganmu. Apa kamu juga begitu?

Apa kenyamanan tercipta karena cinta, atau cinta tercipta karena nyaman? Aku tak tahu. Yang kutahu hanya aku cinta kamu, sayangku. Mungkin hal yang kukatakan, yang tidak setara aku sayang kamu, adalah bohong. Tapi itu kulakukan karena aku cinta kamu, sayangku. Aku takut kemarahanmu, aku lebih takut kehilangan kamu. 

Kamu lebih sempurna dariku, sayangku. Aku tahu itu. Aku hanya pungguk. Aku merindukan bulan. Ketika pungguk mendapat bulan, apa akan dia berikan pada Elang? Mungkin di langit yang dilihat pungguk, banyak terdapat bintang. Tapi yang dirindukan pungguk hanya bulan, sinarnya paling terang diantara malam. Sinar kamu, sayang.

Aku tak butuh matahari, aku hidup malam hari. Aku butuh sinarmu, untuk menerangi malamku yang sunyi. Aku tak punya apa-apa lagi, hanya sinarmu yang terangi.

aku takut sendirian, tanpa sinar bulan.

smlhtbrt

CKS, 2014

smlhtbrt
describe me well as an INTJ 
4:00

hai Tumblr, boleh dong hari ini saya curhat, udah lama ngga nulis cerita hehe..

Bandung, 21 Januari 2014 

4:00 pagi

Tadi pagi sekitar jam 2 siang gue berangkat ke cititrans (travel langganan gue) untuk balik ke Bandung. Sebelum itu, gue pergi dulu untuk makan sama papa dan mama di restoran deket situ biar nggak telat. nama restorannya? Boloo2. Mendengar nama itu gue tebak kalian pasti langsung terngiang-ngiang lagu Tina Toon (yang sekarang udah jadi sexy) dan langsung goyang goyang kepala.

Siang itu hujan, ngga terlalu deras sih, tapi hujan di Jakarta siang-siang itu entah kenapa gue sangat suka. apalagi waktu 5-6 tahun lalu, ketika gue masih SMA, sebentar lagi mau pulang sekolah, eh malah ujan, rasanya enak banget. I know, i’m a weirdo. Gak lama setelah kami duduk, ada 3 orang masuk ke restoran itu juga.

Baju batik, celana jins, dan sepatu converse, gak lupa tas jansport. Kayaknya gue pernah inget stereotip dandan itu. Gue langsung ngecek hari. Hari senin. Setiap hari senin pas gue SMA dulu, seragamnya selalu batik, jins, jansport coklat, sama converse item belel yang harganya sekarang udah 400 ribu. Anak Gonz nih!

Ngeliat 3 anak itu gue jadi inget, di kawasan fatmawati ini, dulu gue les sama dua sahabat gue, yang sekarang jadi sepasang kekasih. Yang satunya temen satu kosan gue, satu kampus malah. yang satunya udah lulus kuliah terus udah kerja. Kita dulu sering makan di sebrang restoran ini dan cabut les. Tiba-tiba suasana jadi nostalgia. Gue jadi inget jaman-jaman SMA dulu. 

Heaven on Earth, cuma istilah itu yang bisa menggambarkannya. Kalo bisa gue puter balik waktu, gue mau SMA lagi. Gue mau ketemu temen-temen lagi dan ga akan gue lewatin satu haripun tanpa ada mereka. Begitu juga dengan orang tua gue dan adek gue. Kalo ada mereka, gue merasa bisa ngerjain apapun juga. 

Ada satu hal yang membuat gue merasa bosen di Bandung. bukan, bukan karena temen-temen disini gak asik. Temen-temen gue disini asik semua kok. Terus apa ya? Gue berpikir dengan matang. dan akhirnya gue menemukan jawabannya. INI JAKARTA.

Yep, jakarta. Kota kelahiran gue. Di kota itu ada beberapa hal yang cuma bisa didapet di sini. Tawa candanya, dukanya, juga cinta. Gue selalu kangen Jakarta. Walaupun baru sejam di Bandung, gue udah kangen. Gue selalu ingin pulang dan selalu ingin ketemu sahabat sahabat gue disana. Walau untuk sekedar tukar canda tawa, tukar kisah, tukar pendapat tentang film dan musik, nonton dvd yang tadi diomingin, atau ngomongin hidup. Gue selalu kangen ngobrol dengan mama, papa dan adek, pergi keluar ber-empat, jalan-jalan.

Di Jakarta, gue ga pernah bingung ngelakuin sesuatu. Mau makan, tinggal bikin. Malem-malem bosen, tinggal sms temen-temen yang ada ato sambangi kediamannya, ngobrol sampe pagi. Kalo sahabat-sahabat gue lagi kumpul semua, langsung inep-inepan, entah dirumah gue atau dirumah yang lain. Gue dulu pernah saking bosennya, temen gue yang nginep dirumah gue ajak keluar buat takbiran, dan akhirnya kita kena macet hahaha. Gue juga kangen main musik di gereja. Dulu pas kelas 2, gue sering banget pulang sekolah ke gereja buat latian musik. Miss those old days.

Jakarta masih hujan. Gue kembali mengingat-ingat apa yang gue senangi dari hujan ini. Dulu pernah di Jakarta hujan seharian. Gue dan papa udah keluar rumah dan dimana-mana banjir. Sampe di sekolah, sekolah diliburin, jadinya gue ikut papa ke kantor sedangkan yang nyetir tak lain adalah mama. Jalanan ke kantor macet dan akhirnya kantor diliburkan, jadinya malah jalan bertiga dengan mama dan papa. Andai bisa keulang lagi saat-saat itu, jalan-jalan pagi sama papa dan mama di Jakarta. Satu lagi hal yang sekarang jarang dilakuin adalah keluar ber-empat makan-makan bareng. Waktu papa baru-barunya pensiun, kita sering keluar makan bareng-bareng.

Gue selalu inget, setiap sabtu pas SMA, gue dan temen-temen SMA selalu pergi abis pulang sekolah hari sabtu. Entah nganter temen ke bandara (pindahan), nonton massal (i mean MASSAL, super rame), dan yang paling gue kangenin adalah ngeband, dirumah salah satu sahabat gue, sampe malem dan nginep. Gue selalu lupa waktu kalo bareng mereka. Dan orang tua kami gak pernah marah kalo kita pulang malem sama-sama, mereka tau kita bener-bener cuma ngeband (dan makan martabak). satu lagi, ada hal yang dulu sering kita lakuin bareng, main futsal tiap sabtu. Hal ini terus berlanjut sampe gue tingkat 2, dan sekarang? Kita semua udah sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kuliah padat, TA, dan kerja tentunya. 

Entah kenapa di Bandung gue merasa jauh banget sama temen-temen gue yang ada di Jakarta, juga orang tua gue. Ini membuat gue setengah gila, disatu sisi gue ga pengen ninggalin TA gue terlantar. Sisi lain, gue pengen menghabiskan waktu bersama dengan sahabat gue (salah satunya mau pergi ke negri sebrang dalam waktu lama, goodluck, Kar!), orangtua gue (yang udah pensiun, dan selalu gue kangenin setiap saat, love you dad, mom! Sebentar lagi kalo Tuhan berkenan abang pasti lulus! hehe), dan adek gue tentunya yang selalu nemenin gue tiap malam (sukses ya lo dek!).

Gue menyeruput teh manis hangat gue. Hujan belum mau berhenti, masih gerimis rintik-rintik. Di dalam mobil gue berpikir, satu-satunya di dunia ini yang tetap, cuma perubahan itu sendiri. Waktu merubah segalanya, dari sifat, fisik, dan jiwa. Banyak hal yang gue minta untuk tetap seperti itu, tapi tidak bisa, karena waktu itu dinamis, dan gue gak bisa menghentikan proses perubahan itu. Mungkin ini agak berat untuk dijalanin, tapi harus dijalanin. Entah kenapa gue baru ngerasa ini berat, pas lagi giat-giatnya mengejar sidang. Gue harus berubah, demi mereka.

 image

Tidak terasa, makanan gue sudah habis. Gue harus ke tempat travel untuk berangkat ke Bandung. Gue gakmau pergi! tapi akhirnya dengan berat hati gue harus berangkat ke Bandung. Sekarang gue ada disini, ngerjain TA. Besok gue akan ke kampus dan bertemu dosen pembimbing, semoga semuanya lancar hehe..

Semoga sebentar lagi saya bisa meninggalkan bandung yang sebenarnya juga penuh dengan kenangan ini, dan kembali menetap di pangkuanmu, Jakarta (aka Heaven on Earth). 

p.s.

silakan didengar juga lagu ini..

https://www.youtube.com/watch?v=nREV8bQJ1MA

TOO MUCH HEAVEN

Nobody gets too much heaven no more

It’s much harder to come by, I’m waiting in line

Nobody gets too much love anymore

It’s as high as a mountain and harder to climb

(Hmm yu nigga…)

l got a lot of love in store

And it flows through you and it flows through me

And I love you so much more than my life

I can see beyond forever

Everything we are will never die

Loving’s such a beautiful thing

Oh you make my world a summer day

Are you just a dream to fade away

Nobody gets too much heaven no more

It’s much harder to come by, I’m waiting in line

Nobody gets too much love anymore

It’s as high as a mountain and harder to climb

(Hmm yu nigga…)

Got a highway to the sky

We can turn away from the night and day

And the tears we had to cry, you’re my life

I can see a new tomorrow

Everything we are will never die

Loving’s such a beautiful thing

When you are to me, the light above

Made for all to see our precious love

Nobody gets too much heaven no more

It’s much harder to come by, I’m waiting in line

Nobody gets too much love anymore

It’s as high as a mountain and harder to climb

Loving’s is such a beautiful thing

You make my world a summer day

Are you just a dream to fade away

Nobody gets too much heaven no more

It’s much harder to come by, I’m waiting in line

Nobody gets too much love anymore

Its as wide as a river and harder to cross

Nobody gets too much heaven no more

It’s much harder to come by, I’m waiting in line

Nobody gets too much love anymore

It’s as high as a mountain and harder to climb

-SMLHTBRT-

jeffly:

IWC Pilot DLC Custom Watch 
hodinkee:

Pulled out some big guns for Saturday at the @pop_up_flea. That’s a no crown guards Omega Speedmaster 2998, Rolex Sub 5512 Meters first, JLC Master Marine Deep Sea, and unbelievably faded #Tudor Snowflake. Swing by today 11-7pm at 82 Mercer to check em out.  (at The Pop Up Flea)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   Next »
clear theme by parti
powered by tumblr